SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Adab Lebih Tinggi Dari Jabatan: Ultimatum Integritas dan Eling Kepemimpinan di Tanah Serumpun Sebalai Bangka Belitung

Bangka Belitung - Kamis 23 JULI 2026 -Di tengah hiruk-pikuk dan gelombang zaman yang bergerak serba cepat, integritas kepemimpinan sering kali diuji bukan oleh ancaman dari luar, melainkan oleh besarnya ego dan pudarnya adab. Fenomena ini memantik refleksi mendalam dari Ketua DPD Kaukus Muda Anti Korupsi,Berjuang Tanpa Batas Kemenangan Tiada Akhir (KAMAKSI) Bangka Belitung,A. Ridwan, CPP.

Melalui rilis refleksi bertajuk "Adab Lebih Tinggi Dari Jabatan”, A. Ridwan menekankan sebuah petuah dan peringatan keras yang ditujukan bagi para pejabat, aktivis, hingga seluruh elemen gerakan sosial di Bangka Belitung.


Pesan Kosmik: "Turunkan Kepala Mu Sedikit, Bro"

A.Ridwan menyoroti satu kalimat sarat makna yang menjadi pengingat bagi siapa saja yang sedang memegang panggung atau jabatan: "Turunkan kepala mu sedikit bro, aku menghargaimu karena di rombonganmu ada teman lamaku."

Menurutnya, kalimat tersebut bukanlah ancaman atau bentuk kelemahan,melainkan sebuah ultimatum adab dan sisa peradaban yang menjunjung tinggi rasa saling menghargai serta etika pergerakan.


"Kepala yang terlalu tinggi akan terantuk pintu. Ego yang terlalu besar akan membutakan mata. Dalam sejarah pergerakan, kejatuhan terbesar kerap terjadi bukan karena musuh dari luar, melainkan karena pemimpin yang lupa diri - merasa paling bersih, paling berjasa, dan kebal kritik," tegas A. Ridwan.
 
Dua Musuh Gerakan: Korupsi Sistemik dan Korupsi Moral

Sebagai wadah aktivisme anti-korupsi, KAMAKSI menegaskan bahwa perjuangan melawan korupsi tidak berhenti pada ranah hukum semata, tetapi juga perang melawan korupsi moral di dalam diri.

RELATED ARTICLE
Sejarah Tak Pernah Bohong: Muhammadiyah Selalu Didahului Penolakan ‎
Fokus pada Pekerjaan Kita Sehari-Hari Karena Hidup Ini Satu Kali untuk Selamanya
Adab Lebih Tinggi Dari Jabatan: *Ultimatum* Integritas dan Eling Kepemimpinan di Tanah Serumpun Sebalai

Ia menyayangkan fenomena hadirnya figur-figur yang baru mendapat panggung kecil namun langsung kehilangan rasa rendah hati, serta melupakan jasa orang-orang yang pernah membantunya di masa lalu.

"Jabatan, sorotan, dan pujian adalah ujian paling berat. Boleh lantang melawan korupsi, tetapi haram hukumnya sombong kepada sesama manusia. Perjuangan yang kehilangan adab hanya akan melahirkan tirani baru," lanjutnya.

Seruan Etika untuk Bangka Belitung

Menutup refleksinya, DPD KAMAKSI Bangka Belitung menyampaikan tiga poin seruan terbuka:

1. Untuk Para Pejabat : Bersyukurlah jika masih ada orang yang mau menegur dan mengingatkan untuk merendahkan hati, sebab itu tanda pintu perbaikan masih terbuka.


2. Untuk Para Aktivis : Jangan menggadaikan idealisme demi panggung, jangan menjual teman demi proyek, dan jangan mengorbankan adab demi popularitas sesaat.

3. Untuk Para Pemuda : Ketangguhan sejati tidak diukur dari siapa yang berteriak paling kencang, melainkan siapa yang paling berani untuk tetap rendah hati.

"Kemenangan sejati adalah saat kita bisa menundukkan kepala meski memiliki seribu alasan untuk mendongak. Sejarah hanya mencatat dua tipe manusia: mereka yang membangun peradaban, atau mereka yang hancur oleh egonya sendiri," pungkas A. Ridwan.

AR
Baca Juga

Paling sering ditanyakan

    atau
    Lebih baru Lebih lama

    Formulir Kontak

    Listen
    Aa 💬 f 𝕏
    LIVE - TEMUKAN BERITA KAMI LAINNYA