JAKARTA - Jumat-31 ,Juli 2026 Perumda Dharma Jaya terus memperkuat perannya dalam
mendukung ketahanan pangan (food security) DKI Jakarta melalui pengembangan
Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir di Kecamatan Legok, Kabupaten
Tangerang, Banten. Komitmen tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta
dalam agenda kunjungan kerja ke lokasi pada Jumat (31/7/2026).
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menjelaskan bahwa
pengembangan kawasan seluas ±20 hektare ini merupakan tindak lanjut atas persetujuan
penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) dari Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD)
Provinsi DKI Jakarta melalui Surat Nomor 1880/UD.02.01 tanggal 23 Juni 2026.
"Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir merupakan salah satu
inisiatif strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengoptimalkan aset daerah
untuk memperkuat ketahanan pangan. Kawasan ini akan dikelola oleh Perumda Dharma
Jaya sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan
daging sapi bagi masyarakat Jakarta," ujar Raditya.
Kawasan seluas ±20 hektare tersebut dirancang dengan konsep peternakan terintegrasi
dari hulu hingga hilir, yang mencakup kandang penggemukan sapi, kandang karantina,
gudang pakan dan bunker silase, laboratorium, jembatan timbang, area
loading/unloading, Rumah Potong Hewan (RPH), cold storage, fasilitas pengolahan
daging (meat processing), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perkantoran, serta
cadangan lahan hijauan pakan ternak.
Dalam operasionalnya, kawasan ini akan menerapkan sistem pengelolaan yang modern,
efisien, dan berkelanjutan. Penggemukan sapi akan didukung oleh penyediaan pakan
berkualitas yang diproduksi secara mandiri dengan pemanfaatan teknologi, sehingga
mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjamin kualitas ternak.
Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan kawasan ini juga diharapkan
memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja
lokal, kemitraan penyediaan hijauan pakan ternak, serta pemberdayaan pelaku usaha di
wilayah sekitar. Kehadiran kawasan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem
peternakan yang produktif, mendorong ekonomi sirkular, dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Saat ini, proyek berada pada tahap awal pembangunan, koordinasi lintas instansi,
sosialisasi, serta proses perizinan. Pembangunan tahap pertama ditargetkan dimulai
pada akhir tahun 2026.
Melalui pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir, Perumda
Dharma Jaya optimistis dapat memperkuat rantai pasok daging sapi yang aman, sehat,
berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi salah satu pilar utama dalam
mewujudkan ketahanan pangan DKI Jakarta.
AR
Tags:
Berita
