SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Breaking News Memuat berita...
Iklan

MEMBONGKAR ISTANA NARKOBA DI BALIK JERUJI BESI LAPAS KELAS IIA TUATUNU - DIDUGA BOS JENDERAL MAFIA MAS PUR HIDUP BAK RAJA DENGAN SEL PRIBADI & KARANTINA VIP BODONG, KAKI TANGANNYA JHON SINTING BEBAS KENDALIKAN JARINGAN, HP DAN BARANG HARAM KELUAR MASUK BEBAS, SEMENTARA NAPI KECIL DIBUANG KE NUSAKAMBANGAN

A.Ridwan.CPP, Ketua DPD Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) Bangka Belitung
Motto: BERJUANG TANPA BATAS, KEMENANGAN TIADA AKHIR

Pangkalpinang, 26 - September 2026
A.Ridwan.CPP, Ketua DPD KAMAKSI Bangka Belitung, hari ini dengan hati yang sangat geram, sangat muak, dan sangat marah, secara resmi angkat bicara. Saya tidak bisa lagi diam melihat keadilan diperkosa, melihat hukum diperjualbelikan, melihat Lapas Kelas IIA Tuatunu Pangkalpinang yang seharusnya menjadi tempat pembinaan, justru diduga menjadi istana baru bagi gembong mafia narkoba untuk berpesta pora. Rilis berita yang sangat panjang, dalam, keras dan tajam ini saya buat sebagai bentuk perlawanan.

Siapa Mas Pur? Mas Pur bukan narapidana biasa. Mas Pur diduga adalah seorang Bos, seorang Jenderal, seorang Gembong Mafia Narkotika kelas kakap. Dia diduga adalah otak, dalang, dan pemasok utama barang haram narkoba dengan jaringan yang sangat luas, lintas kabupaten, lintas provinsi, bahkan diduga lintas lapas. Orang dengan profil seperti ini seharusnya tidak boleh ada di Lapas Tuatunu. Tempatnya adalah di Lapas Maximum Security Nusakambangan, diisolasi total, dimiskinkan, dan diputus semua akses komunikasinya.

Setiap Jenderal pasti punya prajurit paling loyal. Setiap Bos Mafia pasti punya tangan kanan yang paling dipercaya. Diduga, sosok itu adalah Jhon Sinting. Jhon Sinting diduga adalah kaki tangan, tangan kanan, eksekutor lapangan, dan penghubung utama antara perintah Mas Pur dari dalam lapas dengan jaringan di luar lapas. Jika Mas Pur adalah otaknya, Jhon Sinting adalah kakinya yang berlari. Keduanya adalah satu paket jaringan yang tidak bisa dipisahkan. Jika bosnya berbahaya, maka kaki tangannya juga sama berbahayanya.

Inilah fakta yang paling melukai hati rakyat Bangka Belitung. Mas Pur yang diduga gembong mafia narkoba, bukannya hidup menderita dan menyesali perbuatannya, justru hidupnya sangat santai,sangat nyaman, sangat enak di dalam Lapas Tuatunu. Tidurnya nyenyak, makannya enak, tidak berdesak-desakan seperti napi lain. Seolah-olah Lapas adalah hotel bintang lima milik pribadinya. Seolah-olah jeruji besi tidak ada artinya. Ada apa dengan Lapas Tuatunu? Ada apa dengan Kalapas Kelas IIA Tuatunu Pangkalpinang? Apakah ada setoran? Apakah ada uang haram yang mengalir?

Pertanyaan paling tajam dan keras sekeciñ jarum tidak bisa masuk,tapi hp dan Narkoba bisa keluar masuk? wow!

Ini adalah pertanyaan paling keras dan paling tajam dari saya untuk Dirjen PAS, Kakanwil Ditjen PAS Babel, dan Kalapas Tuatunu. Secara teori dan SOP pengamanan Lapas, sekecil jarum, sekecil peniti pun tidak boleh masuk tanpa melalui pemeriksaan X-Ray dan penggeledahan badan yang super ketat. Tapi faktanya? WOW! Sungguh luar biasa bobroknya! Mas Pur yang ada di dalam sel, diduga masih bebas memiliki dan menggunakan alat komunikasi HP. Bahkan lebih parah lagi, diduga masih bisa menyuplai, mengendalikan, dan mengatur peredaran barang haram dari dalam lapas ke luar lapas. Bagaimana mungkin HP bisa masuk? Bagaimana mungkin narkoba bisa keluar? Siapa yang menjadi kurirnya? Apakah ada oknum petugas yang menjadi kurir dan dibayar dengan uang haram? Jika HP bisa masuk, maka Lapas Tuatunu sudah JEBOL TOTAL dan sudah berubah menjadi MARKAS BESAR MAFIA NARKOBA.

Modus paling licik dan vusuk : sel pribafi dan sel karantina bodong tanpa penyakit,Ini adalah kejahatan yang paling telanjang dan paling terstruktur yang kami temukan. Mas Pur diduga mendapatkan fasilitas istimewa berupa SEL PRIBADI. Bahkan lebih licik lagi, ia ditempatkan di SEL KARANTINA.A. Ridwan.CPP menantang Kalapas Tuatunu untuk membuka buku peraturan. Tunjukkan kepada saya, kepada publik, kepada Menteri Hukum dan HAM RI, peraturan Menteri yang mana yang membolehkan seorang narapidana yang sehat walafiat ditempatkan di sel karantina? Aturan jelas: Sel karantina HANYA untuk napi baru (mapenaling) dan napi yang sakit menular berbahaya. Mas Pur BUKAN napi baru. Dan Mas Pur TIDAK MEMILIKI PENYAKIT APAPUN. Dia sehat, bugar, tidak batuk, tidak TBC. Lalu dasar apa dia di karantina? Jawabannya hanya satu: INI ADALAH MODUS LICIK UNTUK MEMBERIKAN KAMAR VIP AGAR BISA BEBAS MAIN HP DAN BISNIS HARAM TANPA TERGANGGU NAPI LAIN.

Standar ganda yang paling keji hukum tumpul ke atas,tajam ke bawah,Inilah puncak dari ketidakadilan yang membuat darah kami mendidih dan membuat kami harus angkat bicara. Kami melihat dengan mata kepala sendiri, narapidana-narapidana kecil, kurir-kurir eceran yang hanya membawa sabu beberapa gram, yang hanya korban dari sistem kemiskinan, dengan sangat mudah dan sangat cepat dipindahkan dan dibuang ke Lapas Nusakambangan, jauh dari keluarga, jauh dari anak istri. Sementara itu, Mas Pur yang diduga Bos Besar, Bos Jenderalnya, dan Jhon Sinting kaki tangannya, justru dipelihara, dilindungi, dan dibuat nyaman di Lapas Tuatunu Pangkalpinang yang dekat dengan rumah dan dekat dengan jaringannya. Hukum macam apa ini? Seharusnya Bos Besar seperti Mas Pur dan Jhon Sinting itulah yang pertama kali harus dibuang ke Nusakambangan.

Jika seorang yang diduga gembong mafia narkoba saja bisa hidup enak di dalam lapas, bisa main HP, bisa suplai barang haram dari dalam, lalu apa efek jeranya? Apa pesan yang ingin disampaikan kepada generasi muda Bangka Belitung? Bahwa menjadi bandar narkoba itu enak, bahkan di dalam lapas pun masih bisa menjadi raja? Ini sangat berbahaya. Ini akan merusak generasi muda Babel. Lapas yang seharusnya membuat jera, justru menjadi contoh buruk bahwa kejahatan narkoba tidak ada hukumannya.

DUGAAN KORUPSI DAN PUNGLI FASILITAS VIP:
Jika sel pribadi dan sel karantina bisa dibeli, maka ini bukan lagi pelanggaran disiplin biasa. Ini adalah KORUPSI. Ini adalah PUNGLI. Ini adalah penyalahgunaan wewenang dan jabatan. Kami menduga ada aliran dana haram yang mengalir dari Mas Pur kepada oknum-oknum di dalam Lapas Tuatunu untuk membeli kenyamanan tersebut. Kami mendesak KPK RI untuk turun tangan memeriksa rekening Kalapas dan jajarannya.

PINDAHKAN SEKARANG JUGA KE NUSAKAMBANGAN:
Oleh karena itu, tuntutan pertama dan paling utama dari KAMAKSI Babel adalah: PINDAHKAN SEKARANG JUGA, HARI INI JUGA, DETIK INI JUGA, MAS PUR DAN JHON SINTING KE LAPAS NUSAKAMBANGAN KELAS IIB MAXIMUM SECURITY. Jangan tunda satu detik pun. Jangan beri kesempatan untuk menghilangkan barang bukti, menghapus HP, dan mengatur strategi. Pindahkan sekarang juga untuk memutus total mata rantai jaringan narkoba dari dalam Lapas Tuatunu.

COPOT DAN PERIKSA KALAPAS TUATUNU:
Tuntutan kedua yang sama kerasnya: COPOT, PERIKSA, DAN PIDANAKAN KEPALA LAPAS KELAS IIA TUATUNU PANGKALPINANG BESERTA KPLP DAN KAMTIBNYA. Lakukan pemeriksaan mendalam oleh Inspektorat Jenderal Kemenkumham RI. Periksa semua aliran dana, periksa semua fasilitas VIP di dalam lapas. Jika terbukti ada jual beli sel dan pembiaran HP dan narkoba, maka penjarakan oknum tersebut.

BENTUK TIM GABUNGAN DAN RAZIA TOTAL: BENTUK TIM INVESTIGASI GABUNGAN DARI ITJEN KEMENKUMHAM, DIRJEN PAS, BNN RI, DAN POLRI UNTUK MELAKUKAN RAZIA TOTAL DAN AUDIT TOTAL DI LAPAS KELAS IIA TUATUNU. Bongkar semua HP, bongkar semua narkoba, bongkar semua fasilitas VIP yang diduga diperjualbelikan.

Peringatan keras untuk DIRJEN PAS, KAKANWIL BABEL,dan MENKUMHAM RI:
Rilis ini saya tujukan langsung kepada Menteri Hukum dan HAM RI, Dirjen PAS RI, Kakanwil Ditjen PAS Babel. Jangan tutup mata. Jangan tutup telinga. Jangan biarkan Lapas Tuatunu menjadi kerajaan baru bagi mafia narkoba. Jika pimpinan di atas diam, maka patut diduga pimpinan di atas juga ikut bermain dan menikmati uang haram tersebut. Kami menantang integritas kalian.

Jika dalam waktu 3x24 jam sejak rilis kitab yang panjang, dalam, keras, dan tajam ini diterbitkan, Mas Pur dan Jhon Sinting tidak dipindahkan ke Nusakambangan dan Kalapas tidak diperiksa, maka saya A.Ridwan.CPP Ketua DPD KAMAKSI Babel memastikan akan melakukan AKSI DEMONSTRASI BESAR-BESARAN dengan ratusan massa. Kami akan mengepung Lapas Tuatunu, mengepung Kanwil Ditjen PAS Babel, dan kami akan membawa kasus ini ke Komisi III DPR RI, ke Komnas HAM, ke Ombudsman RI, dan kami akan melaporkan kasus ini ke KPK RI.

Ingat, Lapas bukan hotel bintang lima untuk gembong mafia narkoba. Lapas adalah tempat untuk menghukum, membuat jera, dan memiskinkan bandar narkoba. Jangan biarkan Lapas Tuatunu menjadi surga bagi bandar dan menjadi neraka bagi pencari keadilan. Berjuang Tanpa Batas, Kemenangan Tiada Akhir!

Yang Menyatakan Sikap Dengan Penuh Tanggung Jawab Dan Kegeraman,

A.Ridwan.CPP,
Ketua DPD Kaukus Muda Anti Korupsi / Keluarga Besar (KAMAKSI) Bangka Belitung

TIM : KAMAKSI BABEL
Baca Juga

Paling sering ditanyakan

    atau
    Lebih baru Lebih lama

    Formulir Kontak

    ▶
    Listen
    Aa 💬 f 𝕏
    LIVE - TEMUKAN BERITA KAMI LAINNYA
    ▶