SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Breaking News Memuat berita...
Iklan

SKANDAL TEMBELOK-KERANGGAN TERBONGKAR: SETELAH DITERTIBKAN, TAMBANG ILEGAL KEMBALI MENGGILA DI MALAM HARI,DIDUGA PINDAH KE TEMBELOK LAMA, SATPOLAIR POLRES BABAR DINILAI MANDUL DAN TAK BERKUTIK, KAMAKSI: INI PENGHINAAN TERHADAP HUKUM!

MENTOK, BANGKA BARAT - Pepatah lama mengatakan, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Pepatah itu kini sepertinya sangat tepat untuk menggambarkan drama panjang aktivitas penambangan yang diduga ilegal di kawasan pesisir Tembelok-Keranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat,Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kawasan yang seharusnya menjadi surga bagi nelayan tradisional untuk mencari ikan,kawasan yang seharusnya menjadi benteng terakhir ekosistem pesisir, kini kembali tercabik-cabik oleh aktivitas ponton-ponton apung yang diduga tidak memiliki izin resmi.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) Bangka Belitung,  A.RIDWAN,CPP, tidak bisa lagi menahan kegeramannya. Dengan suara lantang dan penuh emosi, ia mengecam keras apa yang terjadi di lapangan pada malam hari ini,Rabu, 30 September 2026.

"Berjuang Tanpa Batas, Kemenangan Tiada Akhir itu bukan sekedar slogan. Itu adalah sumpah kami. Dan hari ini,sumpah itu kami buktikan.Kami menemukan fakta bahwa Tembelok-Keranggan yang kemarin sudah ditertibkan dengan gagah-gagahan oleh aparat,malam ini kembali beroperasi. Bahkan lebih berani,lebih terang-terangan.Mereka kerja sebelum Maghrib! Ini penghinaan terhadap hukum, ini pelecehan terhadap Polres Bangka Barat!" A.Ridwan CPP, yang akrab disapa Ketua KAMAKSI Babel.

Dari penertiban yang,digembor-gemborkan hingga kembali ramai kegelapan malam, untuk memahami betapa seriusnya persoalan ini, publik perlu mengetahui kronologis lengkapnya.
beberapa minggu lalu, kawasan Tembelok-Keranggan menjadi viral. Media lokal dan nasional memberitakan adanya puluhan ponton tambang pasir timah yang diduga ilegal berlabuh dan beroperasi di kawasan tersebut. Nelayan menjerit.Hasil tangkapan menurun. Pantai Mentok Asin yang indah tercemar lumpur.

Mendapat tekanan publik,aparat gabungan yang terdiri dari Satpolair Polres Bangka Barat,Bakamla, dan instansi terkait kemudian melakukan penertiban. Foto-foto penertiban disebarluaskan. 35 ponton dikabarkan ditertibkan.Publik bernafas lega.Nelayan berharap laut mereka kembali bersih.

Namun,kelegaan itu ternyata hanya sesaat. Hanya drama sesaat.
berdasarkan informasi intelijen yang sangat akurat yang diterima KAMAKSI Babel pada Rabu,30 September 2026, aktivitas tersebut kembali terjadi.Bahkan dengan pola yang jauh lebih berani.

Sumber terpercaya yang berada di lapangan dan tidak ingin disebutkan namanya karena alasan keamanan, memberikan informasi yang sangat detail kepada wartawan dan juga kepada tim KAMAKSI:

"Sebelum Maghrib orang sudah kerja.Tembelok baru cuma ramai oleh penambang, untuk panitianya kosong. Di Tembelok Lama."
satu kalimat pendek, tapi maknanya sangat dalam dan penuh dengan strategi licik.

A.Ridwan CPP,bersama tim investigasi KAMAKSI Babel kemudian melakukan bedah strategi dan analisis mendalam terhadap informasi tersebut. Hasilnya sangat mengejutkan.

KAMAKSI menemukan adanya dugaan strategi baru yang digunakan oleh para pelaku untuk mengelabui aparat penegak hukum, khususnya Satpolair.

Strategi tembelokbaru dijadikan kambing hitam dan pengalihan tembelok Baru sengaja dibuat ramai oleh puluhan penambang di lapangan. Keramaian ini adalah keramaian yang disengaja, keramaian yang terorganisir. Tujuannya adalah untuk memancing perhatian. Jika ada patroli atau wartawan datang, mereka akan melihat keramaian di Tembelok Baru.

Namun, anehnya, untuk panitianya kosong.Tidak ada koordinator yang terlihat.Tidak ada bos yang nongol. Ini adalah pola yang sangat janggal. Biasanya, di setiap aktivitas tambang, ada panitia atau koordinator yang mengatur. Jika panitianya kosong, ini menunjukkan bahwa Tembelok Baru hanyalah kedok, hanyalah etalase, sementara aktor utamanya sedang bersembunyi.

Tembelok lama dijadiakn gudang parkir alat ilegal yang aman,nilah yang paling berbahaya. Tembelok Lama, sebuah kawasan yang sebelumnya sudah lama tidak aktif dan dianggap sudah bersih dari aktivitas tambang, kini diduga kuat disulap menjadi lokasi untuk menempatkan, memarkir, dan menyembunyikan peralatan kerja berupa ponton-ponton apung dan mesin-mesin tambang.

Modus ini sangat licik. Ketika aparat fokus menjaga Tembelok Baru, alat-alat berat justru diparkir dengan aman di Tembelok Lama.Jarak antara Tembelok Baru dan Tembelok Lama memang tidak terlalu jauh, hanya beberapa ratus meter. Sehingga perpindahan alat bisa dilakukan dengan sangat cepat pada malam hari tanpa terdeteksi.

"Ini seperti permainan kucing dan tikus. Kucingnya menjaga di lubang A,tikusnya pindah ke lubang B. Dan kucingnya, yaitu Satpolair, tidak menyadarinya. Atau pura-pura tidak menyadari? Kami tidak tahu," sindir A.Ridwan dengan keras.

Operasi malam hari dan penambang  massa informasi yang paling meresahkan adalah, aktivitas kini dilakukan pada malam hari, sebelum Maghrib hingga dini hari. Ini adalah jam-jam dimana pengawasan aparat biasanya longgar. Patroli laut pada malam hari sangat minim.

Bahkan, jumlah orang yang turun ke lokasi pada malam hari disebut kembali bertambah signifikan, lebih banyak dari sebelumnya. Ini membuktikan satu hal: ada suntikan dana besar, ada modal besar yang masuk, sehingga mereka berani menambah pekerja dan berani beroperasi di malam hari dengan resiko tinggi.

KAMAKSI Babel tidak pernah berbicara tanpa bukti. KAMAKSI selalu berbicara berdasarkan data, fakta, dan bukti lapangan.

Pada malam hari ini, Rabu, 30 September 2026, tepat pada pukul 18.42 WIB, tim dokumentasi KAMAKSI Babel yang melakukan pemantauan senyap dari jarak sekitar 100-200 meter dari titik aktivitas, berhasil mengabadikan sebuah foto bukti yang sangat kuat, yang tidak bisa dibantah oleh siapapun.

Foto tersebut diambil dalam kondisi gelap gulita. Namun, setelah melalui proses enhancement forensik dengan teknologi Night Vision GAIN +14dB, terlihat dengan sangat jelas, ada 7 hingga 8 titik cahaya lampu yang menyala sangat terang di tengah kegelapan laut Tembelok-Keranggan.

Cahaya lampu tersebut bukan cahaya kapal nelayan. Cahaya tersebut adalah cahaya lampu sorot ponton tambang. Pantulan cahayanya terlihat jelas memantul di permukaan air laut yang beriak, menandakan bahwa mesin ponton sedang dalam kondisi hidup dan beroperasi.

"Foto malam ini adalah bukti pamungkas. Ini adalah bukti bahwa mereka yang mengatakan tidak ada aktivitas di malam hari adalah bohong besar. Foto ini adalah bukti bahwa Satpolair kecolongan. Atau mungkin... dibiarkan?" ujar A.Ridwan dengan nada penuh tanda tanya besar.

Satpolair Polres Bangka Barat di ujung tanduk tidak tahu,Tak mampu atau tak mau tahu?inilah bagian yang paling keras dan paling tajam dari rilis KAMAKSI Babel kali ini.Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Bangka Barat adalah satuan yang dibentuk oleh negara, digaji oleh uang rakyat, dilengkapi dengan kapal patroli, dilengkapi dengan senjata, dilengkapi dengan radar, untuk satu tujuan: menjaga kedaulatan perairan, menjaga keamanan laut, dan menindak segala bentuk aktivitas ilegal di laut.

Tembelok-Keranggan adalah bagian dari perairan Mentok yang menjadi wilayah hukum Polres Bangka Barat. Seharusnya, tidak ada satu pun jengkal perairan di Tembelok yang luput dari pengawasan Satpolair.

Namun, fakta di lapangan berkata sebaliknya. Fakta foto malam hari menunjukkan bahwa pengawasan itu bolong, pengawasan itu jebol.
maka, KAMAKSI Babel secara terbuka, secara lantang, dan tanpa rasa takut, melontarkan 4 pertanyaan keras yang harus dijawab oleh Kapolres Bangka Barat, Kasat Polair, dan bahkan Kapolda Babel:

PERTANYAAN PERTAMA: DIMANA PATROLI MALAM SATPOLAIR? Jika aktivitas dimulai sebelum Maghrib hingga dini hari, seharusnya Satpolair melakukan patroli senyap pada jam-jam tersebut. Mengapa foto bukti KAMAKSI bisa mendapatkan gambar 7 ponton menyala, sementara kapal patroli Satpolair tidak melihatnya? Apakah kapal patroli tidak beroperasi di malam hari?

PERTANYAAN KEDUA: MENGAPA TEMBELOK LAMA TIDAK PERNAH DIJANGKAU? Jika Tembelok Lama kini dijadikan parkiran alat, mengapa selama ini tidak pernah ada patroli yang menyisir Tembelok Lama? Apakah peta patroli Satpolair hanya mencakup Tembelok Baru saja? Ini adalah kelalaian yang sangat fatal.

PERTANYAAN KETIGA: ADA APA DENGAN EFEKTIVITAS PENERTIBAN KEMARIN?Publik perlu tahu, 35 ponton yang katanya ditertibkan oleh Bakamla dan Polres Babar beberapa waktu lalu itu sekarang dimana? Apakah sudah ditenggelamkan? Apakah sudah disita? Atau jangan-jangan, alat yang ditertibkan kemarin adalah alat yang itu-itu juga yang kini kembali beroperasi di malam hari dengan hanya mengganti cat dan mengganti lokasi parkir?

PERTANYAAN KEEMPAT DAN PALING MENDASAR: ADAKAH DUGAAN PEMBIARAN TERSTRUKTUR YANG MELIBATKAN OKNUM? KAMAKSI tidak menuduh institusi Polri. KAMAKSI sangat menghormati institusi Polri. Namun, KAMAKSI mempertanyakan oknum. Keberanian para penambang untuk kembali beroperasi hanya beberapa hari setelah penertiban, keberanian mereka untuk menambah massa, keberanian mereka untuk memarkir alat di Tembelok Lama, itu tidak mungkin terjadi tanpa adanya rasa aman. Rasa aman itu datang dari mana? Apakah ada oknum yang memberikan jaminan keamanan? Ini harus diselidiki oleh Propam Polda Babel.

"Jangan sampai publik menilai penertiban yang dilakukan kemarin hanya sebuah drama panggung sandiwara sesaat, hanya untuk meredam pemberitaan media dan tekanan publik. Jangan sampai publik menilai bahwa penertiban itu hanya untuk pencitraan. Kalau setelah ditertibkan, malamnya buka lagi, pindah lokasi lagi sejauh 500 meter, itu namanya aparat gagal total. Itu namanya negara kalah oleh penambang ilegal. Ini tidak bisa dibiarkan," lanjut A.Ridwan, CPP, dengan suara bergetar menahan emosi.

Dugaan ada aktor intelektual dan jaringan modal besar di baliknya,KAMAKSI BABEL desak Kapolres Bangka Barat bongkar sampai ke akarnya,oleh sebab itu KAMAKSI Babel sangat yakin, pola kerja yang sangat rapi ini tidak mungkin dilakukan oleh penambang tradisional yang bekerja sendiri-sendiri, yang hanya bermodalkan cangkul dan ember.

Pola kerja yang mengatur jadwal sebelum Maghrib, yang membagi lokasi Tembelok Baru untuk keramaian dan Tembelok Lama untuk parkir alat, yang mampu menambah massa pekerja dalam jumlah banyak dalam waktu singkat, ini adalah pola kerja manajemen tambang ilegal yang sangat profesional.

Ada koordinator lapangan yang mengatur jadwal.
Ada bagian logistik yang mengatur parkir alat.
Ada bagian humas yang mengatur informasi agar tidak bocor.
Ada pemodal besar yang menyuntikkan dana untuk operasional malam hari.
Dan ada beking yang diduga memberikan rasa aman.

"Yang menjadi pertanyaan besar kami, yang selama ini menjadi keluhan nelayan tradisional di Mentok, soal pungutan liar Rp130 ribu plus cantingan KJ per ponton itu, uangnya mengalir kemana? Siapa yang dulu nelayannya, kini menjadi pengaturnya? Siapa yang dulu di laut mencari ikan, kini mengatur ponton-ponton di darat? Siapa yang dulu miskin, kini mendadak kaya raya dari hasil mengatur Tembelok? Ini yang harus dibongkar tuntas oleh Polres Babar. Jangan hanya tangkap pontonnya, tapi tangkap otaknya. Tangkap pemodalnya. Tangkap koordinatornya. Sita semua aset hasil kejahatan tambang ilegal tersebut," tegas A.Ridwan.

KAMAKSI menduga, jika ditelusuri aliran dana Rp130 ribu dikali ratusan ponton dikali berbulan-bulan, nilainya bisa mencapai miliaran rupiah. Uang haram dari laut yang seharusnya menjadi milik nelayan.

Tuntutan keras ultimatum KAMAKSI BABEL,Menyikapi temuan lapangan yang sangat serius, yang menyangkut hajat hidup nelayan, yang menyangkut kerusakan lingkungan, dan yang menyangkut wibawa hukum, maka Dewan Pimpinan Daerah Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan ini menyatakan sikap dan melayangkan 5 tuntutan keras serta ultimatum kepada aparat penegak hukum:

MENGECAM KERAS DAN MENGUTUK SEKERAS-KERASNYA kembalinya aktivitas penambangan yang diduga ilegal di kawasan Tembelok-Keranggan dan manuver licik pergeseran aktivitas serta parkir alat ke kawasan Tembelok Lama. KAMAKSI menilai ini adalah bentuk perlawanan terhadap hukum.

MENDESAK KAPOLRES BANGKA BARAT untuk segera memerintahkan Kasat Polair agar melakukan PATROLI SENYAP, PATROLI DIAM-DIAM, PADA MALAM HARI di kawasan Tembelok Baru dan Tembelok Lama. Jangan patroli siang hari yang hanya seremonial, yang sudah diketahui jadwalnya oleh para penambang, yang hanya untuk foto-foto laporan. Patroli malam yang sesungguhnya.

MEMINTA KAPOLDA KEPULAUAN BANGKA BELITUNG untuk segera mengevaluasi, memeriksa, dan mencopot jika perlu, kinerja Satpolair Polres Bangka Barat yang dinilai mandul, tak berkutik, tidak efektif, dan gagal total dalam menjaga perairan Mentok pasca penertiban. KAMAKSI akan menyurati Kapolda secara resmi.

MENDESAK PENEGAKAN HUKUM YANG BERKEADILAN DAN TIDAK TEBANG PILIH, tidak hanya menangkap dan menindak penambang kecil di lapangan yang hanya mencari makan, tetapi harus berani, harus punya nyali untuk menyeret, menangkap, dan memproses hukum aktor intelektual, koordinator lapangan, pemodal, dan pihak yang diduga menjadi beking di balik aktivitas tambang Tembelok tersebut, siapapun dia, apapun jabatannya.

MEMINTA TRANSPARANSI PENUH DAN KETERBUKAAN INFORMASI kepada Polres Bangka Barat: Berapa jumlah pasti ponton dan alat tambang yang telah diamankan saat penertiban yang lalu? Di mana alat-alat tersebut sekarang disimpan? Apakah ada berita acara penyitaannya? Mengapa setelah penertiban, aktivitas bisa kembali beroperasi dengan jumlah yang lebih banyak? Publik berhak tahu.

KAMAKSI menegaskan, penegakan hukum di laut tidak boleh bersifat kosmetik, tidak boleh bersifat musiman, tidak boleh tebang pilih, dan tidak boleh masuk angin.

Jika dibiarkan terus-menerus, ini akan menjadi preseden buruk bahwa hukum di Bangka Barat bisa diatur, bisa dibeli, bisa diakali, dan bisa dikalahkan dengan hanya menggeser lokasi tambang sejauh beberapa ratus meter dan mengubah jam kerja dari siang ke malam.

Hingga rilis investigasi super panjang ini diturunkan pada pukul 21.30 WIB, wartawan dan tim KAMAKSI masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan meminta klarifikasi resmi kepada Kapolres Bangka Barat, Kasat Polair Polres Bangka Barat, dan Wakil Kapolres Bangka Barat, termasuk terkait langkah pengawasan yang akan dilakukan terhadap aktivitas malam di kawasan Tembelok Baru maupun Tembelok Lama.

KAMAKSI Bangka Belitung dan Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya sesuai dengan amanat Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik kepada Polres Bangka Barat dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan yang berimbang atas informasi tersebut.

KAMAKSI akan terus mengawal, melakukan investigasi lapangan lanjutan, mengumpulkan bukti video drone malam hari, dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan lainnya.

Apabila dalam waktu 3x24 jam sejak rilis ini diterbitkan tidak ada tindakan nyata, tegas, terukur, dan terlihat di lapangan, KAMAKSI memastikan akan Melaporkan ketingkat tg lebih tinggi Kepada Bapak Kapolri,Kepada bapak Kapolres Bangka Barat dan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung dengan membawa seluruh bukti foto malam, bukti video, bukti foto siang, poster investigasi, dan bukti lapangan lainnya, serta akan melaporkan dugaan pembiaran dan dugaan keterlibatan oknum ini secara resmi ke Mabes Polri, Kompolnas, dan Komisi III DPR RI di Jakarta.

Laut Mentok adalah milik nelayan, bukan milik mafia tambang!
demikian rilis investigasi super panjang ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Berjuang Tanpa Batas, Kemenangan Tiada Akhir.

Dikeluarkan di: Mentok, Bangka Barat
Pada Tanggal: 30 September 2026, Pukul 21.30 WIB

Hormat Kami,

A.RIDWAN, CPP,
Ketua DPD Kaukus Muda Anti Korupsi /Keluarga Besar (KAMAKSI) Bangka Belitung

KAMAKSI BABEL - STOP KORUPSI, STOP TAMBANG ILEGAL, SELAMATKAN NELAYAN!

TIM KAMAKSI BABEL
Baca Juga

Paling sering ditanyakan

    atau
    Lebih baru Lebih lama

    Formulir Kontak

    ▶
    Listen
    Aa 💬 f 𝕏
    LIVE - TEMUKAN BERITA KAMI LAINNYA
    ▶